WANGEL, DESTINASI WISATA POTENSIAL KEPULAUAN ARU

Oleh: Karel Ridolof Labok (KARIBO)*

Manajemen Desa, Peran Stakeholder Dibutuhkan

Dibilang potensial, iya.Desa Wangel di Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, adalah salah satu Desa dengan potensi alam yang indah, dan merupakan satu-satunya destinasi andalan warga di Kota Dobo untuk duduk santai, dan menikmati alam pesisir pantai yang asri dan nyaman.

Selain karena jarak tempuh 5 menit dengan sepeda motor dari kota Dobo, juga tersedia fasilitas yang makin baik sebagai tempat yang patut direkomendasikan untuk para penikmat alam asri. Potensi ini, harusnya dilirik secara cermat oleh pemangku kepentingan daerah, termasuk pemerintah Desa Wangel.

Ketersediaan fasilitas internet gratis dari Pemerintahan Jokowi sebagai salah satu Desa Broadband, merupakan potensi yang harus digarap maksimal oleh pemerintah Desa dan Kabupaten. Ada beberapa ide yang mungkin baik untuk dipikirkan cara penerapannya guna mendongkrak tingkat kunjungan para penikmat alam di areal wisata Desa Wangel, berikut ini.

 

Bentuk BUMDes

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus dibentuk sebagai sarana Pemerintah Desa mengelola aset wisata alam di areal petuanan Desa.

Sediakan Wi-fi Gratis

Fasilitas teknologi yang tersedia untuk Desa Broadband di Desa Wangel saat ini, harus didorong untuk dibuka pemanfaatannya oleh para pengunjung wisata di areal petuanan alam milik Desa dan warga di sekitarnya.

Hal ini akan menarik minat orang untuk berkunjung, yang memungkinkan pihak BUMDes sebagai pengelola areal untuk menarik retribusi parkir dan usaha franchise yang menyediakan berbagai penganan lokal serta kebutuhan kuliner lainnya yang sengaja ditata penempatannya sepanjang pantai. Pusat jajanan bisa disediakan secara terpusat, dengan membuka satu unit usaha untuk menguasai semua jenis pesanan minuman, sementara jajanan selain minuman boleh disediakan oleh warga yang mengelola franchise.

Dorong BUMDes untuk melakukan pengelolaan yang didasarkan pada sistem bagi hasil yang sepadan, serta terbuka dan adil, untuk mendorong partisipasi warga masyarakat ikut terlibat dalam menata kelola usaha wisata.

Dorong Warga Desa Untuk Franchise

Pola usaha franchise sangat praktis dan mudah serta murah. BUMDes bisa menyediakan gerobak dari uang modal perdana yang didonorkan pemerintah desa. Gerobak dibagikan kepada penduduk yang mau buka usaha, dan dibatasi untuk jual jajan makan saja, dan untuk pesanan minuman hanya disediakan oleh kios milik BUMDes.

Kelola Parkiran

Parkiran yang terlihat sepanjang pantai Wangel di hari biasa, bisa lebih dari 20an mobil dan sepeda motor setiap harinya. Jika hari minggu atau libur, jumlah ini bisa hingga ratusan unit kendaraan yang parkir bebas, gratis, dan tidak teratur sepanjang pantai.

Jumlah ini merupakan potensi uang masuk yang bisa digarap untuk menambah pemasukan ke kas Desa, melalui BUMDes yang mengelola kawasan wisata baik pada petuanan milik Desa, maupun petuanan milik marga dan perorangan. Caranya bisa dengan pengelolaan terpusat oleh BUMDes, dengan sistem bagi hasil dengan para pemilik petuanan itu.

Peraturan Desa

Yang terakhir disebut ini adalah unsur penting untuk mendorong regulasi pengatur usaha dan aktivitas pemerintah desa dalam menggarap potensi kawasan. Pemerintah desa bisa meminta bantuan pada stakeholder terkait untuk membantu proses pembuatan sebuah Peraturan Desa, atau beberapa, yang akan dijadikan dasar pihak bagi upaya tata kelola potensi sekitar desa.

Tulisan pendek ini, sekira

*) Penulis adalah Pengamat Kebijakan Publik

 

Facebook Comments

1 Comment

Tinggalkan Balasan